Kota tumbuh bersamaan dengan tumbuhnya perkembangan ekonomi dan teknologi. Kota  berkembang seiring dengan tingkat pertumbuhan ekonomi, sosial dan pembangunan fisik kota yang mengalami dinamika dari waktu ke waktu sesuai dengan kondisi perkembangan. Maraknya reklame luar ruang di Kota Medan menunjukkan tingginya minat pelaku bisnis reklame yang terjun dalam bentuk industri kreatif yang disebabkan tingginya permintaan pasar yang ingin mempromosikan produk melalui media promosi reklame. Hal ini disebabkan jenis media ini sangat efektif dan efisien dalam menyampaikan pesan produk yang akan disampaikan kepada konsumen potensial yang tidak memiliki banyak kesempatan memanfaatkan media promosi lainnya. Tujuan dilakukannya kajian ini adalah menetapkan kawasan penyebaran peletakan reklame. Identifikasi ini menitikberatkan pada koridor yang menuju inti kota dengan memperhatikan beberapa kriteria seperti  kawasan jalan protokol, kawasan bersejarah, kawasan komersial dan bisnis, kawasan perumahan dan kawasan pemerintahan.
Kota dapat juga dipandang sebagai bentukan fisik buatan manusia yang terakumulasi dari waktu ke waktu. kota tidak terbentuk dalam waktu yang sesaat melainkan tumbuh dan berkembang dalam satuan waktu yang tidak terbatas. Pola ruang kota dan komponen-komponen fisik pembentukannya dapat mencerminkan adanya pertumbuhan dan perkembangan t empor a l lingkungannya . Kota  berkembang seiring dengan tingkat pertumbuhan ekonomi, sosial dan pembangunan fisik kota yang mengalami dinamika dari waktu ke waktu sesuai dengan kondisi perkembangan. Seiring dengan adanya pasar bebas, semakin meningkatkan persaingan di dunia perekonomian, salah satunya di bidang perdagangan. Bentuk promosi produk yang saat ini banyak berkembang di Kota  adalah penggunaan papan reklame. Fasilitas ini dirasakan efektif dan lebih menguntungkan para pengusaha untuk menawarkan produk dengan alasan produk dapat diperkenalkan kepada masyarakat dengan cepat dan jelas karena papan
reklame dapat dibaca semua orang, penyajian reklame yang banyak menarik perhatian pembaca, dan pesan yang ingin disampaikan  dapat dipahami oleh pembaca, serta biaya lebih murah dibandingkan dengan menggunakan media promosi lain. Dari segi perancangan kota, papan reklame perlu diatur agar terjalin kecocokan lingkungan, pengurangan dampak visual negatif, mengurangi kebingungan dan kompetisi antara papan informasi publik dan papan reklame. Papan reklame yang dirancang dengan baik akan menambah kualitas tampilan dan kesesuaian dengan lokasi.Pemasangan reklame cenderung timbulkan kesan kota yang semrawut hal ini dijumpai pada jalan-jalan utama di Kota Medan marak papan reklame yang tidak beraturan sehingga menimbulkan rasatidak nyaman dan mengganggu pengguna jalan. Pemasangan reklame dapat merusak keindahan kota sebagai akibat dari bebasnya pemasangan reklame
Tujuan
Tujuan dilakukannya kajian ini adalah mengidentifikasi kawasan penyebaran peletakan reklame di inti kota  
Dalam kajian penataan reklame luar ruang pada koridor inti kota di Kota  ini lebih menitikberatkan kepada koridor-koridor jalanjalan utama yang ada di Kota   yang salah satunya adalah koridor yang menuju inti kota dengan memperhatikan beberapa kriteria seperti kawasan jalan protokol, kawasan bersejarah, kawasan komersial dan bisnis, kawasan perumahan dan kawasan pemerintahan.
Tinjauan Umum
Elemen Perancangan Kota
Setiap perancangan kota harus perhatikan elemen-elemen perancangan yang ada sehingga kota tersebut mempunyai karakteristik yang jelas. Terdapat delapan elemen yang membentuk sebuah kota
Papan reklame yang ideal adalah:
1. Mampu merefleksikan karakter visual kawasan.
2. Mampu menjamin kemampuan pandangan/memiliki sudut pandang untuk dapat dilihat secara jelas.
3. Bentuk yang ada sesuai dengan arsitektur bangunan di mana signage ditempatkan.
4. Merupakan elemen yang menyatu dengan bangunan bukan elemen tambahan.
5. Mampu menyatukan komunikasi langsung atau tidak langsung.

·         Reklame Papan/Billboard  
yaitu reklame yang terbuat dari papan, kayu termasuk seng atau bahan lain yang sejenis, dipasang atau digantung atau dibuat pada bangunan, tembok, dinding, pagar, pohon, tiang dan sebagainya baik bersinar maupun yang disinari.
·         Reklame Megatron/Videotron/Large Electronic Display (LED)
 yaitu reklame yang menggunakan layar monitor besar berupa program reklame atau iklan bersinar dengan gambar dan atau tulisan berwarna yang dapat berubahubah, terprogram dan difungsikan dengan tenaga listrik.
·         Reklame Kain
yaitu reklame yang diselenggarakan dengan menggunakan bahan kain, termasuk kertas, plastik, karet atau bahan lain yang sejenis dengan itu. Reklame Melekat (Stiker/Poster)yaitu reklame yang berbentuk lembaranblepas, diselenggarakan dengan carabdisebarkan, dipasang, digantung pada suatu benda dengan ketentuan luasnya tidak lebih dari 200 cm2 per lembar.
·         Reklame Selebaran
yaitu reklame yang berbentuk lembaran lepas, diselenggarakan dengan cara disebarkan, diberikan atau dapat diminta dengan ketentuan tidak untuk ditempel,diletakkan, dipasang atau digantungkan pada suatu benda lain.
Karakteristik Reklame
Secara umum karakteristik media iklan Reklame tersebut dapat dirangkum sebagai berikut
a. Ukuran dan dominasi; ukuran relative besar; mendominasi pemandangan dan mudah menarik perhatian.
b. Warna; dihiasi dengan aneka warna, gambar–gambar dan pemandangan yang realitis sehingga memudahkan pemirsa untuk mengingat produk yang diwakilin.
c. Pesan singkat; karena dimaksudkan untuk menarik perhatian orang–orang yang sedang bergerak dan dilihat dari kejauhan. Kalimat atau pesan–pesan tertulis biasanya terbatas pada slogan singkat atau sekedar satu nama yang sengaja dicetak dengan huruf besar–besar dan menyolok.
d. Zoning; kampanye iklan secara umum dapat diorganisir pada suatu kawasan atau kota tertentu. Pemasangan reklame dalam jumlah minimum bisa diatur di setiap kota untuk menjamin kesempatan penyimakan maksimum dari pemirsa.Penempatan reklame secara strategis dapat ciptakan suatu kampanye iklan yang sangat ekonomis.
e. Efek menyolok; karakteristik reklame yang paling penting adalah kemampuan dalam menciptakan kesan atau ingatan pemirsa melalui penebalan, warna, ukuran dan pengulangan.

Tipologi Papan Reklame
Secara umum, klasifikasi reklame dapat berdasarkan isi pesan, bahan, sifat informasi dan teknis pemasangannya. Berdasarkan hal tersebut, klasifikasi media reklame ini akan dipaparkan sebagai berikut di bawah ini.
1. Berdasarkan isi pesannya, media reklame
dibedakan atas (Mandelker, 1982: 303):
a. Media komersial, menyangkut media reklame yang memberikan informasi suatu barang atau jasa untuk kepentingan dagang (private sign).
b. Media reklame non-komersial merupakan media reklame yang mengandung informasi pelayanan kepada masyarakat (public sign).
2. Berdasarkan bahan dan periode waktu yang digunakan, media reklame dibedakan atas (Damain dan Gray, 1989: 2):
a. Media reklame permanen. Umumnya media ini ditempatkan atau dibuat pada pondasi sendiri, dimasukkan ke dalam tanah, dipasang atau digambar pada struktur yang permanen. Kebanyakan jenis media reklame ini yang diizinkan untuk dipasang.
b. Media reklame temporer. Media reklame ini digunakan pada suatu waktu yang tertentu saja ketika ada suatu acara/pertunjukan dan sejenisnya, dan sesudahnya tidak digunakan lagi. Media reklame jenis ini mempunyai ciri mudah untuk dipindahkan atau dibongkar secara tidak terbuat dari bahan yang mahal.
3. Berdasarkan sifat penyampaian informasi, terdiri atas (Shirvani, 1982: 4):
a. Media reklame yang bersifat langsung. Media ini berkaitan dengan kegiatan pada suatu bangunan atau lingkungan tempat media reklame diletakkan, seperti media reklame yang menunjukkan identitas usaha atau bangunan.
b. Media reklame yang bersifat tidak langsung. Media reklame jenis ini berisi pesan–pesan yang tidak mempunyai keterkaitan langsung dengan kegiatan dalam bangunan atau lingkungan dimana media reklame tersebut berada.

4. Secara teknis pemasangannya, media reklame dibedakan atas (Kelly dan Raso,1989: 3):
a. Media reklame yang berdiri sendiri (free standing signs), memiliki dua bentuk yaitu:
·          Media reklame dengan tiang (pole signs). Media reklame ini didukung oleh tiang, kadang–kadang lebih dari satu, terpisah dari tanah oleh udara dan terpisah dari bangunan dan struktur yang lain.
·         Media reklame yang terletak di tanah (ground sign). Dasar dari media reklame ini terletak di tanah atau tertutup oleh tanah dan terpisah dari bangunan atau struktur sejenis yang lain.
A.       Media reklame pada atap bangunan (roof signs) yang terdiri atas :
·         Media reklame yang tidak menyatu dengan atap. Media reklame ini dibangun di atas atap bangunan, disangga oleh struktur atap dan berada tinggi di atas atap.
·         Media reklame yang menyatu dengan atap. Media reklame yang menyatu dengan atap ini dicirikan dengan tidak adanya bagian media reklame yang melebihi ketinggian atap dan terpasang pararel tidak lebih dari 21 cm.
c. Media reklame dari tenda maupun awning (canopy and awning sigs) yang meliputi:
·         Media reklame pada tenda maupun awning yang permanen.
·         Media reklame pada tenda maupunawning yang dapat dilihat.
d. Projected sign. Media reklame ini
diletakkan pada bangunan atau dinding bangunan dengan sedemikian rupa menghadapi arus kendaraan dan jarak tidak lebih dari 15 cm dari dinding bangunan dan dipasang tegak lurus dari bangunan.
e. Media reklame yang ditempatkan pada dinding (wall signs). Media reklame yang masuk dalam kategori ini adalah media reklame yang dipasang secara pararel dalam jarak maksimum 15 cm dari dinding bangunan, media reklame yang dicat pada permukaan dinding atau sruktur bangunan yang lain.
f. Me d i a r e k l ame y a n g d i g a n t u n g (suspended signs). Media reklame ini digantung pada bagian bawah bidang horisontal (langit–langit) pada serambi bangunan. Umumnya media reklame ini berukuran lebih kecil dari papan nama atau alamat untuk memberitahukan pada pejalan kaki yang tidak dapat melihat media reklame yang lebih besar yang diletakkan pada dinding di atas serambi di bagian depan bangunan.
g. Media reklame di atas pintu keluar masuk bangunan (marquee signs). Media reklame ini diletakkan pada struktur bangunan seperti atap di atas pintu keluar masuk bangunan.
h. Media reklame pada jendela atau pintu (window/ door signs). Media reklame jenis ini dapat berupa gambar, simbol atau kombinasi keduanya yang dirancang untuk memberikan informasi mengenai suatu aktivitas, bisnis, komoditi, peristiwa, perdagangan atau suatu perdagangan atau suhu pelayanan yang diletakkan pada jendela atau pintu dari kaca dan tampak dari sisi sebelah luar.

Konsep Perancangan
 Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1) Visibilitas (keterlihatan) papan/tanda (terpengaruh oleh faktor lokasi, tiang penempatan, cat pantul dan sebagainya);
2) Legibilitas informasi (keterbacaan, kejelasan), yang berkaitan dengan macam dan ukuran huruf, jarak antar huruf, lokasi warna dasar,warna huruf dan sebagainya; juga tetap terbaca dari kenderaan yang bergerak;
3) Keseimbangan antara pengendalian kesemrawutan dan penciptaan perhatian serta sambil memancarkan pesan /informasi;
4) Keharmonisan papan nama/reklame dengan arsitektur bangunan di dekatnya;pe rlu juga pengendalian  ukuran tanda/papan yang mengganggu aktivitas kota;
5) Pengendalian pemakaian lampu kedip untuk reklame (kecuali untuk tanda keselamatan lalulintas/tanda “hati-hati', atau untuk bioskop dan sebagainya)
Analisis Tempat/Lokasi
 a. Pada Sarana dan Prasaran Kota Biasanya berupa reklame tiang, dipasang dengan cara menanam tiang dari pipa besi ke dalam trotoar yang digali dan dicor dengan semen. Penempatannya sendiri cukup mengganggu, baik sirkulasi maupun visual pejalan kaki. Jalur pedestrian yang memiliki lebar kurang lebih 150cm sudah cukup sempit, diambil lagi untuk lahan parkir, kunci dari perancangan pedestrian agar nyaman adalah adanya keseimbangan antara penggunaan pedestrian area dengan fasilitas bagi kendaraan bermotor, dalam hal ini tempat parkir, selain itu adanya penempatan tiang papan reklame dengan jarak antar tiang papan reklame yang terlalu dekat, banyaknya pohon yang ada juga memberikan kesan adanya pembatas jalur pedestrian yaitu antara kios-kios pedagang dengan tiang-tiang papan reklame dan pepohonan, sehingga pejalan kaki terkesan berjalan pada ruang yang cukup sempit. Posisi reklame diatas banyak yang dipasang tidak teratur, ada yang kearah jalan maupun kearah jalur pedestrian, selain itu ketinggian yang cukup rendah, jumlahnya yang terlalu banyak, lokasi yang saling berdekatan jarak dan ukuran papan reklame kurang memadai dan kurang diatur sedemikian rupa sehingga jarak penglihatan terlalu dekat, hal ini juga menimbulkan kepadatan dan kekacauan visual. Sasaran dan fungsi papan reklame ini yaitu sebagai jatidiri komersial (commercial identity) sebagai jatidiri pertokoan, seperti papan nama (name plate), sign advertising (reklame). Reklame yang berada pada trotoar /jalur pedestrian termasuk dalam klasifikasi Freestanding Sign atau tanda-tanda (papan reklame) yang berdiri sendiri yang didukung oleh satu tiang (pole sign), adapun sifatnya Permanent Sign yang berfungsi sebagai papan Advertisi (signboard), komersial yang maksudnya untuk mempublikasikan kepentingan dagang, memiliki jangka waktu pasang tertentu, sesuai dengan ketentuan yang berlaku atau diundangkan (Kelly dan Raso). Untuk itu perlu adanya penataan ulang terhadap reklame yang ada atau kios – kios pedagang agar terlihat lebih rapi.
 b. Di Luar Sarana dan Prasarana Kota
Pada kawasan inti kota Kota  penempatan Reklame di luar sarana dan prasarana kota yaitu pada bangunan pribadi yang membuka toko maupun jasa, serta kios-kios di sepanjang jalan tersebut. Pemasangannya paling banyak diterapkan oleh pedagang pemilik kios, karena adanya kebebasan pemasangan, di luar sarana dan prasarana kota. Jenis reklame yang dipasang adalah reklame papan, reklame kain, dengan cara menempel, menggantung pada bangunan maupun menggunakan tiang sebagai penyangga. Karena ada kebebasan pemasangan, serta kurangnya aturan yang baku serta kurangnya pengawasan, maka timbul persaingan antar pedagang untuk memasang papan reklame pada daerahnya agar menarik perhatian konsumen. Dilihat dari penempatannya, reklame pada kios cukup membantu dalam memberikan identitas toko tersebut. Secara langsung penempatan reklame pada kios tidak mengganggu sirkulasi maupun visual pejalan kaki. Di inti kota Kota Medan penempatan reklame pada kios biasanya ditempatkan di atas atap tritisan maupun pada dinding paling depan sebelah atas, posisi ini cukup baik karena orang lebih yakin terhadap toko yang dikunjunginya. Selain pada kios-kios permanen, penempatan papan reklame sering terlihat pada kios-kios gerobak rokok yang bersifat tidak permanen, biasanya berupa reklame menempel mengenai suatu produk rokok, hal ini cukup efektif, karena kios-kios tersebut rata-rata menjual rokok, sehingga penawaran iklan ini cukup mengena secara langsung kepada konsumen. Jasa Reklame
 Analisis Penyebaran Peletakan Reklame Billboard Halaman
Peletakan reklame pada halaman yang di Kota dan sekarang ini umumnya di kawasan kawasan yang terbatas pada halaman kantor pemerintahan seperti Kantor Walikota, Kantor Gubernur dan Kantor dinas-dinas yang lain. Reklame ini berfungsi untuk memberi imformasi kepada masyarakat mengenai aktivitas pemerintahan di Kota. Selain kantor swasta seperti bank yang mana reklame berfungsi untuk memberikan informasi aktivitas perbankan dan lain-lain
 a. Atas Bangunan
Peletakan reklame pada atap bangunan di Kota umumnya pada kawasan-kawasan bangunan perniagaan atau komersil, dimana kawasan tersebut tidak mempunyai tempat yang lain seperti halaman untuk peletakan reklame dan lain-lain.
 b. Dinding Bangunan
Peletakan reklame pada dinding bangunan yang ada di Kota Medan pada umumnya dipasang pada bangunan-bangunan komersil atau perniagaan dengan tidak memperhatikan faktorfaktorkeselamatan dari bangunan tersebut seperti pemasangan reklame pada kawasan bukaan seperti pada jendela dan pintu dari bangunan tersebut.
 c. Jembatan Penyeberangan
Peletakan reklame yang dipasang pada jembatan penyebrangan di kawasan Kota Medan banyak yang tidak memperhatikan nilai arsitektur dan juga banyak menutupi seluruh jembatanpenyebarangan itu sendiri.
 d. Taman Kota
Peletakan reklame pada taman kota di Kota Medan dilakukan pada umumnya tidak memperhatikan keindahan taman kota. Banyak reklame dipasang bukan pada tempat yang telah ditentukan.
 e. Bahu Jalan
Peletakan reklame di Kota Medan sekarang ini banyak yang mengganggu penguna jalan seperti pejalan kaki. Reklame diletakan pada bukan pada kawasan-kawasan jalur hijau melainkan ada yang diletakan pada kawasan jalur pedestrian.
Kesimpulan
Karakteristik Umum Penyelenggaraan Reklame.Berdasarkan berbagai jenis pemasangan,reklame, penyelenggaraannya juga harus,memperhatikan kriteria sebagai berikut:
a.       Media reklame yang ditempatkan padadinding (wall signs).
b.      Media reklame yang ditempatkan pada atas bangunan (roof signs).
c.       Media reklame yang berdiri sendiri (freestanding signs).
d.      Media reklame pada jembatan (bridge signs).
e.      Kawasan Tanpa PenyelenggaraanReklame (White Area).
f.        Kawasan Penyelenggaraan Reklame Kendali Ketat.
g.       Kawasan Penyelenggaraan Reklame Kendali Sedang.
h.      Penyelenggaraan Reklame Kawasan Khusus

Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: